pengalaman menggunakan google maps

Sore itu, aku dan hasegawa, bersemangat untuk mengunjungi Pantai W yang terkenal di Jogja. Kami mengandalkan Google Maps untuk memandu perjalanan kami. Awalnya, perjalanan berjalan lancar, namun entah bagaimana, kami salah mengikuti petunjuk dan malah diarahkan ke jalan yang semakin sempit dan berliku.
Awalnya, kami pikir ini jalan pintas, tapi ternyata kami malah masuk ke kebun buntu. Jalan aspal berubah menjadi jalan setapak tanah yang berbatu. Kami terus mengikuti petunjuk Google Maps, yang semakin aneh. Jalan setapak itu semakin sempit, dan di sisi kanan-kiri kami hanya ada pepohonan dan semak belukar.

Saat matahari mulai meredup, kami menyadari bahwa kami tersesat. Kami mencoba berbalik, tapi jalan setapak itu terlalu sempit untuk motor kami. Tiba-tiba, kami melihat jurang di depan kami. Untungnya, hari masih sore, jadi kami bisa melihat jalan dengan jelas. Jika ini terjadi di malam hari, mungkin kami sudah masuk jurang, karena itu bener-bener jurang bgt. 

Kami memutuskan untuk meninggalkan motor dan berjalan kaki untuk mencari jalan keluar. Setelah berjalan cukup jauh, kami menemukan rumah penduduk yang lumayan ramai. Mereka memberi tahu kami bahwa Google Maps memang sering salah arah di daerah ini, dan sebelumnya sudah banyak orang yang tersesat di daerah situ. Setelah itu warga menunjukkan jalan yang benar menuju Pantai W.

Kami sangat lega akhirnya bisa keluar dari jalan buntu itu. Kami belajar bahwa tidak selalu bisa mengandalkan Google Maps, terutama di daerah terpencil. Sejak saat itu, kami selalu bertanya kepada penduduk setempat jika ragu dengan petunjuk arah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya Ketelitian Dalam Menggunakan Google Maps (Zahra Amalia Putri / 23030220046)

Masih Mahasiwa, Tapi Pengen Berpenghasilan Sendiri? Jadi Seorang guru Taman Kanak-Kanak Bisa Jadi Solusi / Zahra Amalia Putri (23030220046)